Demo ekstrakurikuler SMP Negeri 12 Malang diselenggarakan dalam rangka menggali potensi peserta didik baru sesuai dengan bakat dan minat yang mereka miliki dan sebagai ajang unjuk bakat bagi peserta didik yang sudah tergabung dalam ektrakurikuler. Ada tiga belas ekstrakurikuler yang dikembangkan di SMP Negeri 12 Malang yaitu KIR (Karta Ilmiah Remaja), tartil Al-Qur’an, terbang banjari, seni tari, futsal, sepak takraw, basket, bulu tangkis, beladiri, pramuka, paskibra, PMR, dan jurnalistik.
Ekstrakurikuler paskibra menjadi penampil perdana kegiatan demo ekstrakurikuler tahun 2019, disusul dengan ekstrakurikuler tartil Al-Quran, terbang banjari Jurnalistik, beladiri, PMR, seni tari, dan pramuka. Masing-masing ektrakurikuler mempersembahkan penampilan terbaik mereka. Tak sedikit para peserta didik baru yang memberikan tepuk gemuruh pada setiap penampilan ekstrakurikuler.
Sekolah mewajibkan kepada setiap peserta didik untuk mengikuti ekstrakurikuler wajib yaitu pramuka dan ekstrakurikuler pilihan sesuai dengan bakat dan minat yang mereka miliki. “Harapannya dengan adanya demo ekstrakurikuler ini peserta didik baru mendapatkan gambaran untuk memilih ekstrakurikuler sesuai dengan bakat yang mereka miliki” tutur Bapak Sigit Purnomo, S.Pd. selaku waka Kesiswaan SMP Negeri 12 Malang. (by: Nabila Saras)
Orang tua memiliki peranan yang besar dalam menyukseskan pendidikan putra-putrinya. Keterlibatan orang tua pada proses pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting. Oleh sebab itulah dalam rangka menyukseskan pendidikan putra-putrinya, SMP Negeri 12 Malang mengundang para wali murid untuk bekerja sama dalam rangka membentuk paguyuban.
Jumat, 16 Agustus 2019 seluruh wali murid dikumpulkan pada masing-masing kelas sesuai dengan kelas putra-putrinya. Mereka dibimbing dan diajak bekerja sama oleh wali kelas dalam rangka mencari jalan keluar terkait masalah-masalah dalam proses pembelajaran. Para orang tua diarahkan untuk membuat paguyuban dengan tujuan mempermudah berkomunikasi antara wali kelas dan walimurid. Masing-masing kelas telah memiliki paguyuban lengkap dengan struktur paguyuban mulai terdiri dari ketua, sekertaris, bendahara, dan anggota.Antusiasme wali murid dalam mendukung proses pembelajaran pun sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya usalan dari anggota paguyuban yang akan merdekorasi kelas putra-putrinya supaya lebih nyaman dalam belajar. Ketua, sekertaris, dan bendahara paguyuban mulai mengkoordinir untuk iuran membeli cat, kuas, dan vas bunga, dan pernak pernik lainnya.
Berselang satu minggu, masing-masing kelas tampak segar dan cerah. Ditambah lagi pernak pernik balon yang menghiasi sudaut kelas. “Semoga dengan suasana kelas yang berbeda ini anak-anak semakin semangat belajarnya, tutur Bapak Slamet selaku ketua paguyuban kelas VIIIA. (by: Reds)
PEMBENTUKAN PAGUYUBAN KELAS SEBELUM DI RENOVASI
PERAN SERTA BAPAK IBU WALI MURID BERGOTONG ROYONG UNTUK MERENOVASI KELAS PUTRA PUTRINYA
SUASANA KELAS SETELAH DI RENOVASI OLEH BAPAK – IBU WALI MURID
Kegiatan Jumat Apresiasi SMP Negeri 12 Malang diisi dengan kegiatan stand up comedy. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IXA-IXH. Masing-masing kelas harus mengirimkan satu perwakilan untuk mewakili kelasnya. Peserta stand up comedy ini dibatasi hanya kelas IX saja karena keterbatasan waktu.
Tema kegiatan stand up comedy kali ini bebas asalkan mematuhi norma yang berlaku. Peserta yang pertama tampil yaitu Mohammad Rosul, Saga Kharisma Dewa, Dyan Ryka Rahim, Michael Ricard, Rahmad Ramadhan, M. Danang Asyhari, dan Deven Elviano Yonatan. Tak sedikit gemuruh tepuk tangan dan tawa lepas terlontar dari teman-teman mereka.
Tujuan dari kegiatan stand up comedy ini adalah menyaring bibit-bibit comedian, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuat suasana santai tetapi tetap belajar. Ketika diumumkan juara dari stand up comedy oleh tim juri ditetapkan bahwa juara satu diraih oleh M. Danang Asyhari kelas IXG, juara dua diraih oleh Michael Ricard kelas IX B, dan juara tiga diraih oleh Rahmad Ramadhan kelas IXF.
”Komedian itu cerdas, dapat menangkap situasi sepi menjadi lucu. Tetep semangat dan harus rajin membaca supaya materi yang disampaikan ketika stand up beragam” pesan Bapak Sigit Purnomo, S.Pd selaku waka kesiswaan SMP Negeri 12 Malang ketika ditemui tim Jurnalis Dallas. (by: Aisya Meidina)
Sabtu, 17 Agustus 2019 masyarakat seluruh Indonesia memperingati hari kemerdekaan. Berbagai acara pun digelar untuk memperingati proklamasi kemerdekaan Indonesia ini. Tak terkecuali di SMP Negeri 12 Malang. Tepat pukul 07.00 WIB upacara peringatan HUT RI ke-74 digelar. Seluruh warga sekolah mengikuti upacara bendera dengan penuh khitmad. Petugas upacara dan peserta upacara saling bekerja sama untuk menyukseskan upacara bendera.
Bapak Yurianto, S.Pd. selaku pembina upacara menjelaskan tentang makna upacara memperingati hari kemerdekaan. Pertama, mengenang perjuangan para pahlawan kita dalam merebut kemerdekaan. Kita sebagai generasi muda harus melanjutkan perjuangan pahlawan kita dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Kedua, meningkatkan rasa nasionalisme. Negara ini dibangun dengan susah-payah oleh pahlawan kita. Tenaga, fikiran, harta bahkan nyawa pun mereka korbankan untuk negeri ini. Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama menjaga keutuhan negara kita. Dimulai dari hal-hal yang sederhana, melaksanakan upacara dengan khitmad, memahami budaya kita, mampu menyayikan lagu nasional dengan baik dan benar.
Ketiga, meningkatkan rasa persaudaraan. Peringatan hari kemerdekaan ini mengingatkan kita tentang betapa pentingnya rasa persaudaraan dalam merebut kemerdekaan. Tidak mungkin kemerdekaan ini diperoleh dengan bekerja sendiri-sendiri. Kita sudah sepantasnya meneladani sikap pahlawan kita. Jangan rusak persaudaraan kita hanya karena perbedaan pendapat, suku, ras, ataupun agama.Upacara bendera memperingati HUT RI ke-74 diakhiri dengan penyerahan piala juara 2 oleh Deven Elviano Yonatan kelas IX B pada lomba website tingkat SMP se- kota Malang. (Tim Jurnalis Dallas)
Malang, 19 Agustus 2019 Arek Arphedallas menggelar permainan tradisional. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74 dan dalam rangka mengenalkan kembali permainan tradisional yang sudah mulai punah. Peserta didik diperkenankan membawa permainan tradisional dari rumah, seperti bekel, tali dari karet dan dakon.
Setelah upacara bendera selesai, peserta didik dan guru mulai bermain. Ada beberapa permainan tradisional yang dimainkan. Pertama, engklek tongkat dimainkan oleh minimal enam orang, mereka bermain sambil bernyanyi. Permainan engklek tongkat membutuhkan konsentrasi yang tinggi sebab bila tidak fokus maka kaki bisa terjepit tongkat. Permainan ini juga mengajarkan kepada kita tentang kekompakan dan kebersamaan.
Kedua, lompat tali minimal dimainkan oleh empat orang. Cara bermain lompat tali yaitu dua orang memegang tali dari karet mulai dari selutut, sepinggang, sedagu, sekuping, sekepala, sejengkal tangan di atas kepala, dan tangan diangkat ke atas dengan mengepal. Apabila pemain mampu melompat tanpa mengenai tali maka pemain dikatakan menang. Permainan lompat tali ini mengajarkan kepada kita bahwa untuk menjadi pemenang kita harus mampu melewati semua tantangan dan tidak mudah untuk putus asa.
Ketiga, dakon minimal dimainkan dua orang boleh laki-laki ataupun perempuan. Cara bermain dakon yaitu dengan mengisi tempat dakon dengan tujuh biji. Pemain biasanya suite untuk memulai permainan. Pemain yang menang suite akan mengisi lubang dakon sampai bijinya habis. Ketika berhenti di lubang yang berisi biji dia berhak untuk mengambil biji di dalam dakon. Begitu seterusnya. Namun apabila pemain berhenti di tempat dakon yang tidak ada bijinya maka akan digantikan lawanya. Makna permainan dakon yaitu untuk mengasah nalar dan ketajaman berfikir.
Keempat, bekelan dimainkan minimal dua orang. Bekelan umumnya dimainkan perempuan. Cara bemain bekelan yaitu pemain harus mampu menggenggam bekel dan bola dengan satu tangan. Setelah itu bola dilambungkan ke atas dan hanya boleh memantulkan satu kali saja untuk mengubah posisi bekel kemudian mengambil satu, dua, tiga, dan empat bekel. Jika bola bekel menyentuh/memantul ke tanah maka pemain harus berhenti bermain, giliran pemain selajutnya. Begitu seterusnya. Bermain bekelan akan melatih anak-anak untuk konsentrasi.
Kelima, gobak sodor dimainkan oleh dua grub yang terdiri dari 5 orang atau lebih. Cara bermain gobak sodor yaitu pemain menghadang pemain lawan supaya tidak melewati garis. Apabila pemain tersentuh pemain lawan maka pemain lawan yang bergantian bermain. Permainan gobak sodor mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah, kekompakan, dan kerja sama tim yang baik.
Begitu banyak manfaat dari bermain mainan tradisional. “Semua permainan tradisional tidak ada yang dimainkan sendiri, ini mengajarkan kepada kita semua bahwa kita hidup itu membutuhkan orang lain. Oleh sebab itulah permainan tradisional ini perlu kita lestarikan” tutur Bapak Sigit Purnomo selaku Waka Kesiswaan SMP Negeri 12 Malang ketika ditemui Tim Jurnalistik Dallas. (Oleh Fika Kelas 8F)
Hari raya Idul Adha 1440 Hijriah diperingati oleh umat muslim di seluruh dunia. Tak kerkecuali keluarga besar SMP Negeri 12 Malang. Pada hari Ahad, tanggal 11 Agustus 2019 pukul 06.00 WIB melaksanakan sholat Idul Adha berjamaah di halaman sekolah. Pada kegiatan ini seluruh warga sekolah berduyun-duyun untuk datang ke sekolah melaksanakan sholat Idul Adha. Imam dan Khitib sholat Idul Adha adalah Bapak H.Saiful Hidayat, S.Ag.
Pada khotbah sholat Idul Adha Bapak H.Saiful Hidayat, S.Ag. menjelaskan tentang makna dari hari raya Idul Adha. Hari raya Idul Adha atau sering disebut juga dengan hari raya kurban mempunyai makna tentang pengorbanan pada sesuatu yang dicintainya. Umat muslim diperintahkan untuk mengurbankan sebagian harta yang ia miliki untuk membeli hewan kurban, menyembelihnya, dan membagikan dagingnya kepada orang di sekitar kita.
Penyembelihan hewan kurban di SMP Negeri 12 Malang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 12 Agustus 2019. Hewan kurban disembelih pukul 08.15 yang terdiri dari tiga ekor sapi dan satu ekor kambing. Hewan kurban ini nanti akan dibagikan kepada sebagian warga sekolah yang membutuhkan dan kaum duafa. “Semoga dengan berkorban menjadikan orang yang bertakwa, peka terhadap sekitar, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah” tutur Bapak Lutfi selaku panitia kurban SMP Negeri 12 Malang tahun 2019. (Tim Jurnalis Dallas)
Jumat pagi tanggal 9 Agustus 2019 “Indomie Goes To School” berkunjung ke SMP Negeri 12 Malang. Tujuan kunjungan Indomie goes to school adalah untuk mensosialisasikan pentingnya sarapan pagi bagi peserta didik. Banyak sekali manfaat sarapan pagi untuk peserta didik, diantaranya yaitu sarapan pagi akan memberikan energi untuk memulai aktivitas belajar, meningkatkan konsentrasi belajar, mengendalikan berat badan berlebih, dan menyehatkan badan.
Pada kesempatan ini tim “Indomie Goes To School” menjelaskan tentang empat pilar gizi seimbang. Pilar pertama yaitu mengkonsumsi makanan beragam yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin yang seimbang. Pilar kedua yaitu perilaku hidup bersih. Pilar ketiga yaitu aktivitas fisik. Pilar keempat yaitu berat badan normal/ideal.
Tak hanya menjelaskan pentingnya sarapan pagi, tim “Indomie Goes To School” juga mengajak seluruh warga sekolah untuk sarapan pagi bersama dengan menu Indomie goreng, sayur-mayur, dan telur goreng. Semua peserta didik kompak menikmati sarapan pagi di halaman sekolah dengan riang gembira.
Sorak gemuruh pun tak bisa dibendung ketika Dendi Santoso salah satu pemain Arema datang. Yel-Yel kebanggaan Arema pun diteriakan oleh Vahry, salah satu peserta didik SMP Negeri 12 Malang. Disini Kak Dendi pun mengajarkan tekhnik bermain sepak bola yang baik kepada peserta didik. Mereka pun sangat antusias mendengarkan penjelasan Kak Dendi.
Pada kesempatan yang baik ini pula, Bapak Purwanto sebagai perwakilan Guru SMP Negeri 12 Malang, Vahry dan Iqbal pun turut diajak bermain bola bersama Kak Dendi. Sebagian besar peserta didik pun ingin sekali bisa bermain bersama, namun karena keterbatasan waktu maka mereka hanya diperkenankan foto bersama. Diakhir kunjungannya di SMP Negeri 12 Malang Kak Dendi berpesan “Semoga siswa dari SMP Negeri 12 Malang bisa menjadi pemain Arema yang handal”. (Tim Jurnalis Dallas)
Senin, 5 Agustus 2019 SMP Negeri 12 Malang melaksanakan upacara rutin setiap hari Senin. Pada hari ini kelas 9A menjadi petugas upacara bendera. Pada dasarnya semua kelas mendapatkan giliran untuk menjadi petugas upacara. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, gotong royong, dan disiplin kepada peserta didik.
Tepat pukul 07.00 WIB upacara bendera dimulai. Pembina upacara hari ini adalah Bapak Drs. Suhartono Alfianto, M.Pd. selaku wali kelas 9A. Dalam sambutannya Bapak Alfianto menyampaikan pentingnya menerapkan karakter religius, integritas, mandiri, nasionalisme, dan gotong royong. Di akhir kegiatan upacara ini, siswa SMP Negeri 12 Malang atas nama Rahadyan Daffa siswa kelas IXE meraih juara 2 dalam kejuaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat SMP Kota Malang cabang olah raga atletik tolak peluru putra yang diselenggarakan pada 21-23 dan 28 Maret 2019.
Tak hanya Daffa, pada hari ini Mohammad Danang dari kelas IXG meraih juara 1, Michael Ricard kelas IXB meraih juara 2, dan Rahmad Ramadan kelas IXF meraih juara 3 mendapatkan penghargaan pada lomba Stand Up Comedy yang diselenggarakan oleh sekolah.
Kegiatan setelah upacara bendera dilanjutkan dengan kegiatan public speaking. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan diri membaca, berbicara, dan berkomunikasi secara efektif di depan teman-teman mereka serta Bapak dan Ibu guru. Pada kesempatan ini Shinta Rahayu kelas VIIIA, Alifia Retno Nur kelas VIIIG, Fika Febrianti kelas VIIIF menampilkan puisi dan Fadel Attareq Suyoko kelas VIIIA mendongeng. Penampilan peserta public speaking memang dibatasi mengingat pukul 08.00 kegiatan pembelajaran jam pertama dimulai.
SMP Negeri 12 Malang kembali menggelar workshop pembelajaran abad 21 dan penyusunan RPP tahun pelajaran 2019/2020. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 3 Agustus 2019 dan 15 Agustus 2019 bertempat di aula SMP Negeri 12 Malang. Tujuan workshop ini dalam rangka mempersiapkan Kegiatan Belajar Mengajar tahun pelajaran 2019/2020 berbasis Penguatan Pendidikan Karakter, literasi, sekolah ramah anak dan lingkungan.
Tepat pukul 08.00 WIB workshop pembelajaran abad 21 dibuka oleh Ibu Dra. Khusnul Hamidah selaku kepala sekolah SMP Negeri 12 Malang. “Guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik tetapi guru harus mampu mengajak peserta didik untuk survive dalam kehidupan sehari-hari” tutur Ibu Dra Khusnul Hamidah dalam paparan materinya. Acara selanjutnya yaitu pemaparan materi workshop oleh Ibu Suwanik, M.Pd.
Ibu Suwanik, M.Pd. memaparkan materi tentang penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan penilaian berbasis HOTS, Penguatan Pendidikan Karakter, literasi, sekolah ramah anak dan lingkungan. Selanjutnya Bapak dan Ibu guru berkumpul dengan Tim MGMPS untuk menyususn RPP. Pukul 16.00 kegiatan ditutup oleh Bapak Mas’ud selaku pembawa acara kegiatan workshop dan kegiatan workshop akan dilanjutkan pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019.